Friday, 27 April 2012

Rangkaian Lampu Darurat 12V 40W | Emergency Light Circuit

Rangkaian ini merupakan proyek dengan biaya murah dan mempunyai fungsi yang sangat besar.
Rangkaian sederhana ini mampu menghidupkan lampu neon sampai dengan 40 Watt yang berfungsi untuk penerangan darurat disaat aliran listrik PLN mati.

Raangkaian Lengkap:
Skema Rangkaian Lampu Darurat


Gambar Cara Melilit Kawat


Komponen yang dibutuhkan sebagian dapat menggunakan dari barang-barang bekas yaitu :
1. Lempeng pendingin dari plat metal ukuran 3 x 4 cm dapat diperoleh dari flat bekas dengan ketebalan kira-kira 1mm
2. Batang Ferrit diperoleh dari bekas radio mw atau radio sw. (radio jadul bekas kakek dan nenek lho  Grin).
3. Kawat email bisa diperoleh dari trapo balast.
4. Baut ukuran kecil secukupnya.
5. Accu Mobil atau Motor.
6. Kertas Koran secukupnya.
7. Lem kuning
8. Kotak sabun atau apa saja untuk penempatan rangkaian.
9. Timah Solder Secukupnya.
10. Kabel Secukupnya.

Komponen Elektronik.
1. Transistor TIP 3055.
2. Resistor 180K.
3. Resistor 47K.
4. Capacitor 100 nf.
5. Capacitor 100 uf.

Cara membuat Lilitan lihat gambar ilustrasi).
1. Bungkus batang ferite dengan kertas lalu lilitkan kawat sebanyak 58 lilitan denga jarak renggang.
2. Setelah selesai membuat lilitan 1 kemudian bungkus lagi dengan kertas koran lalu lilitkan kawat sebanyak 13 lilitan dengan jarak yang lebih renggang.
3. Bungkus kembali lapisan ke dua dan terakhir lilitkan kawat sebanyak 450 lilitan dengan jarak sangat rapat lilitan.
4. Supaya Lilitan kuat dan tidak berubah bisa disiram dengan lem.
5. ujung-ujung kawat untuk penyolderan haraf diperhatikan titik-titik nya dan harus di kelupas lapisan emailnya.

Source: http://forum.terserahlu.us

Rangkaian Pembangkit Listrik Tenaga Matahari

Rangkaian Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
Untuk memanfaatkan sinar matahari yang terus menerus menyinari bumi bisa kita manfaatkan untuk dijadikan sumber listrik sehingga kita setidaknya bisa menghemat pemakaian listrik yang terus menerus harganya mengalami kenaikan, dibawah ini adalah salah satu rangkaian Pembangkit Listrik sederhana yang bisa anda buat dan dimanfaatkan untuk mengisi Aki motor anda atau untuk lampu emergency.

Skema Rangkaian Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Cara Kerja Rangkaian:
Sinar Matahari diterima oleh panel surya kemudian diolah menjadi tenaga listrik, namun tenaga listrik yang dihasilkan dari setiap panel nya masih terlalu kecil dimana dengan 8 Cell Panel yang dirangkai secara seri hanya mampu mrnghasilkan tegangan kurang lebih 4 Volt dengan arus 200 mA.
nah oleh karena itu diperlukan suatu rangkaian elektronik untuk meningkatkan tegangan dan arus yang cukup untuk dijadikan sebagai Charger Baterai.
Rangakain Elektronik bertindak sebagai rangkaian Inverter DC ke DC (DC to DC Inverter), yang dibangun oleh 2 buah Capacitor, 1 Resistor, 1 Transistor, 1 Dioda, dan sebuah kumparan yang merupakan titik keberhasilan pembuatan rangkaian ini.

Rangkaian dibangun dengan system oscilator tunggal (BLOCKING OSCILLATOR) yang dibangun oleh transistor dan sebuah kumparan dimana pada lilitan primer berjumlah 45 lilitan dan 15 lilitan di sekunder sebagai umpan balik untuk memberikan tegangan di basis transistor output dari lilitan primer di hubungkan dengan dioda dan di pakai untuk pengisian Baterai.

Bila rangkaian ini digabungkan dengan Lampu Neon Darurat maka tentunya akan mendapatkan tegangan yang cukup untuk penerangan di malam hari secara gratis. karena pada siang hari nya accu di charge oleh matahari.

Keberhasilan dari experimen ini adalah cara pembuatan kumparan dimana cara nya sama dengan topik Lampu neon darurat
.
Daftar Komponen
  • 8 cell panel surya 0.5v 200 mA (banyak dijual di toko-toko elektronik) atau manfaatkan solar panel bekas kalkulator yang sudah rusak/tidak terpakai lagi anda bongkar dan ambil solarcell nya
  • Capacitor 100 uF
  • Capacitor 10 uF
  • Transistor TIP 31 atau yang sejenis
  • Resistor 1 K
  • Dioda BY 207 (Diada 5 Ampere) atau yang sejenis
  • Accu Motor.
  • Kurang lebih 3 meter kawat email diameter 0.25 mm.
  • Batang Ferite yang biasa di pakai di radio-radio AM.

Rangkaian Sensor Parkir dengan Infra Merah

Skema Rangkaian Sensor Parkir dengan Infra Merah. This circuit can be used for an assist in parking the car near the garage wall backing up Pls. LED D7 illuminates Pls bumper-wall distance is about 20 cm., D7 + D6 illuminate at about 10 cm. and D7 + D6 + D5 at about 6 cm. In this manner you are alerted Pls approaching too close to the wall.
Car Parking Sensor circuit

All distances mentioned before can vary, depending on infra-red transmitting and receiving LEDs used and are mostly affected by the color of the reflecting surface. Black surfaces lower greatly the device sensitivity. Obviously, you can use this circuit in other applications like liquids level detection, proximity devices etc.

Note:
  • The infra-red Photo Diode D2, should be of the type incorporating an optical sunlight filter: these components appear in black plastic cases. Some of them resemble TO92 transistors: in this case, please note that the sensitive surface is the curved, not the flat one.
  • Avoid sun or artificial light hitting directly D1 & D2.
  • If your car has black bumpers, you can line-up the infra-red diodes with the (mostly white) license or number plate.
  • It is wiser to place all the circuitry near the infra-red LEDs in a small box. The 3 signaling LEDs can be placed far from the main box at an height making them well visible by the car driver.
  • The best setup is obtained bringing D2 nearer to D1 (without a reflecting object) until D5 illuminates; then moving it a bit until D5 is clearly off. Usually D1-D2 optimum distance lies in the range 1.5-3 cm.
List Component of Car Parking Sensor circuit:
R1             : 10K
R2,R5,R6,R9    : 1K
R3             : 33R
R4,R11         : 1M
R7             : 4K7
R8             : 1K5
R10,R12-R14    : 1K
C1,C4          : 1µF/63V
C2             : 47pF
C3,C5          : 100µF
D1             : Infra-red LED
D2             : Infra-red Photo Diode (see Notes)
D3,D4          : 1N4148
D5-7           : LEDs (Any color and size)
IC1            : NE555
IC2            : LM324
IC3            : LM7812 

Tuesday, 24 April 2012

Rangkaian Lampu sein sepeda motor unik

Rangkaian Lampu Sein Sepeda Motor. Lampu Sein akan lebih indah apabila kita modif sedemikian rupa supaya kelihatannya lebih menarik apalagi dibuat sendiri membuat perasaan lebih bangga dan ini bisa menjadi proyek bisnis buat anda yang hobi memodifikasi sepeda motor atau yang lainnya. Rangkaian ini sangat sederhana dan sangat mudah cara pembuatannya.

Skema Rangkaian Lampu Sein Sepeda Motor
Rangkaian ini sangat irit pemakaian arusnya sehingga Accu anda tidak akan cepat habis atau soak, komponen yang diperlukan sangat mudah sekali untuk didapatkan. Satu Rangkaian hanya untuk satu sisi.
Hasilnya kira2 akan seperti ini:

Contoh Hasilnya

Alarm Sepeda Motor Sensor Magnet

Rangkaian Alarm Sepeda Motor | Pengaman Sepeda Motor ini sangat bermanfaat sekali untuk mengamankan sepeda motor kesayangan anda, orang lain tidak akan bisa mengoperasikannya meskipun kita berikan kunci motornya yang ada hanya alarm yang berbunyi namun motornya tidak bisa dioperasikan baik dengan starter maupun dengan kick starter, sehingga pencuri pun akan kaget dan segera meninggalkan motor anda. Hanya anda sendiri yang bisa mengoperasikannya karena sensor penggeraknya ada pada anda.


Skema Rangkaian Alarm Sepeda Motor

Penyambungan Kabel
A  : Ke Accu
B  : Ke kontak setelah dipotong
C  : Ke Pulser
D  : Ke sistem pengapian CDI, elektrik starter, lampu rem, lampu sign dsb.
E  : Ke massa

CARA KERJA RANGKAIAN :
Rangkaian dibuat sedemikian rupa sehingga saat standby maupun saat dioperasikan betul-betul tidak berpengaruh terhadap kinerja sepeda motor tersebut. Rangkaian akan bekerja saat kontak di ON kan.
Saat kunci kontak di ON kan arus dari accu melalui kunci kontak dan S2 akan langsung ke alarm (AL) yang dikendalikan oleh SCR 2P4M.
Sementara itu secara bersamaan arus juga akan ke titik B dan ke gate SCR melalui resistor 47 K ohm yang akan memicu SCR dan langsung akan menyebabkan SCR tersebut bekerja. Dengan demikian SCR akan ON dan alarm (AL) akan mendapat tenaga dan berbunyi.
Meskipun kontak di OFF kan sirine akan tetap dioperasikan karena SCR mengunci (laching). Bersamaan dengan itu rangkaian relay yang dikendalikan oleh transistor 1 dan 2 belum bekerja, sehingga titik C yang dihubungkan ke pulser sepeda motor tetap akan di hubung singkatkan ke ground melalui S2. (untuk sepeda motor dengan pengapian DC, titik C boleh ditiadakan).
Hal ini memungkinkan sepeda motor tidak akan dapat di start baik dengan elektrik maupun kick starter.
Uraian di atas sangat jelas merupakan langkah pengamanan sepeda motor, alarm (AL) berbunyi sementara motor tidak dapat dioperasikan.
Untuk mengoperasikannya kontak harus di ON kan lagi bersamaan dengan mendekatkan magnet pada reed switch.
Reed switch akan dihubungkan dan melalui resistor 47 K ohm, reed switch dan resistor 1 K ohm akan ke basis transistor 1 dan sekaligus meng ON kan transistor 1, demikian juga transistor 2.
Dengan ON nya transistor 1 dan 2 menyebabkan relay mendapat tenaga, dan kontak-kontak pada relay akan berpindah posisi.
Tegangan yang pada mulanya ke alarm (AL) akan diputuskan sehingga alarm berhenti, bersamaan dengan itu pulser juga diputuskan dari ground.
Hal lain yang terjadi titik D akan dihubungkan dengan tegangan dari accu yang berfungsi mengunci kerja transistor 1 dan 2 dan sekaligus memberikan tegangan pada sistem kelistrikan pada sepeda motor tersebut, misalnya elektrik stater, pengapian CDI dll.

CARA PENGOPERASIAN
Untuk menyalakan sepeda motor tempatkan magnet kecil pada tempat sensor (reed switch) bersamaan dengan meng ON kan kunci kontak.
Sesaat setelah di ON kan akan terdengar alarm berbunyi tetapi hanya sesaat saja, dan sepeda motorpun siap untuk dioperasikan.

PERAKITAN DAN PENEMPATAN RANGKAIAN
Rangkaian harus dirangkai dan dikemas sedemikian rupa sehingga tahan terhadap guyuran air terutama pada saat sepeda motor tersebut dicuci.
Untuk menempatkan rangkaian harus ditempatkan pada tempat yang tidak mudah untuk dibongkar dan sifatnya rahasia terutama tempat sesor (reed switch) sehingga hanya kita yang dapat mengetahui dan mengoperasikan sepeda motor tersebut.

Untuk sepeda motor jenis Mio pengalaman saya Sensor Reed Switch disimpan dibawah injakan kaki. Penutup bawah injakan bisa anda buka untuk menanam sensor didalamnya, sehingga aman dari guyuran air saat motor dicuci. Untuk magnet sebagai penggerak Relay Reed Switch simpan dibawah sendal atau sepatu, sehingga orang lain tdk tahu penggeraknya ada dimana. Pengalaman saya lucu juga ketika orang lain saya suruh starter namun gak bisa bisa padahal ya itu tadi orang lain tidak punya magnet dibawah sendalnya..haha..

Selamat Mencoba, Semoga berhasil!!

Monday, 23 April 2012

Rangkaian detektor kebohongan / Lie Detector Circuit Diagram

This lie detector circuit can be built in a few minutes, but can be incredibly useful when you want to know if someone is really telling you the truth. It is not as sophisticated as the ones the professionals use, but it works. It works by measuring skin resistance, which goes down when you lie.

Skema Rangkaian Detektor Kebohongan

Parts List:
R1 – 33K 1/4W Resistor
R2 – 5K Pot
R3 – 1.5K 1/4W Resistor
C1 – 1uF 16V Electrolytic Capacitor
Q1 – 2N3565 NPN Transistor
M1 – 0-1 mA Analog Meter
MISC – Case, Wire, Electrodes (See Notes)
Notes:
  1. The electrodes can be alligator clips (although they can be painful), electrode pads (like the type they use in the hospital), or just wires and tape.
  2. To use the circuit, attach the electrodes to the back of the subjects hand, about 1 inch apart. Then, adjust the meter for a reading of 0. Ask the questions. You know the subject is lying when the meter changes.
Source: Lie Detector circuit

Sunday, 22 April 2012

Gold detector circuit

Rangkaian Detektor Emas. Here the very simple and easy build gold detector circuit. The circuit capable to sense gold or metal or coins from a distance of about 20cm, depending on the size of the object to detect.
The circuit oscillates at about 140kHz and a harmonic of this frequency is detected by an AM radio. You can simply tune the radio receiver until a squeal is detected.
When the search coil is placed near a metal object, the frequency of the circuit will change and this will be heard from the speaker of AM radio.

Below image is the construction of the circuit, you will see that the radio is placed on the hand stick of the complete detector.
Skema Rangkaian Gold Detector


Lay out Gold Detector-2


PARTS LIST
:

1 - 220R (red-red-brown-gold)
1 - 47k (yellow-purple-orange-gold)
2 - 1n greencaps (102)
1 - 4n7 greencap (472)
1 - 10n greencap (103)
1 - 47u electrolytic
1 - BC 547 transistor
1 - slide switch
1 - 9v battery snap
1 - 9v battery
6.5m winding wire (gauge not critical)

Rangkaian Pengendali Motor DC model Darlington

Kumpulan Skema Elektronika, A normal variable resistor cannot directly control the speed of a motor since motors draw large amounts of current which would burn out the potentiometer. Instead, the small amount of current that the potentiometer can pass can be amplified into order to run the motor. This amplification can be achieved using Darlington Pair of transistors.

Rangkaian Pengendali Motor DC
Pin-out BFY61 & TIP31C Transistor

The circuit above shows a linear potentiometer connected Between Vs and 0V Such That the voltage at its wiper terminal will of always be somewhere at or Between these two voltages. The small amount of current flowing out of the potentiometer's wiper is amplified by two transistors, connected together in a configuration known as a 'Darlington pair'. The current from the potentiometer is amplified by the first transistor, and then again by the second transistor, greatly Increasing the amount of current That cans be controlled by the potentiometer.

There are, however, a couple of disadvantages of this simple circuit. Firstly, about 0.7V is lost in EACH of the transistor, so the maximum voltage cans That ever be applied to the motor is Vs - 1.4V. Secondly, the transistors are not absolutely linear so the change in motor speed for a given rotation of the potentiometer will from some more subtle in the middle of its range. Because a motor is an inductive load, it will from Produce a 'back-emf' Could the which damage to the second transistor. The 1N4148 signal diode prevents this damage by shorting out the back-emf.

The power supply for this circuit should preferably be un-smoothed (i.e. directly from the power supply rectifier). This helps prevent the motor 'sticking' at low speeds. With the TIP31C transistor given, the maximum power supply voltage may be 60V and the maximum motor current consumption may be 3A.

Source: www.eleinmec.com

Saturday, 21 April 2012

Rangkaian Timer On-Off 24 Jam

Timer On-off 24 Jam. This is a circuits are multi-range timers offering periods of up to 24 hours and beyond. This circuit can be used as repeating timers - or as single-shot timers

Skema Rangkaian On/Off 24 Hours Timer

The Cmos 4060 is a 14-bit binary counter. However - only ten of those bits are connected to output pins. The 4060 also has two inverters - connected in series across pins 11, 10 & 9. Together with R3, R4, R5 and C3 - they form a simple oscillator.

While the oscillator is running - the 14-bit counter counts the number of oscillations - and the state of the count is reflected in the output pins. By adjusting R4 you can alter the frequency of the oscillator. So you can control the speed at which the count progresses. In other words - you can decide how long it will take for any given output pin to go high.

When that pin goes high - it switches the transistor - and the transistor in turn operates the relay. In single-shot mode - the output pin does a second job. It uses D1 to disable the oscillator - so the count stops with the output pin high.

If you want to use the timer in repeating mode - simply leave out D1. The count will carry on indefinitely. And the output pin will continue to switch the transistor on and off - at the same regular time intervals.

Note:
  • Using "Trial and Error" to set a long time period would be very tedious. A better solution is to use the Setup tables provided - and calculate the time required for Pin 7 to go high. For example, if you want a period of 9 Hours - the Range table shows that you can use the output at Pin 2. You need Pin 2 to go high after 9 x 60 x 60 = 32 400 seconds. The Setup table tells you to divide this by 512 - giving about 63 seconds. Adjust R4 so that the Yellow LED lights 63 seconds after power is applied. This will give an output at Pin 2 after about 9 Hours.
  • Ideally C3 should be non-polarized - but a regular electrolytic will work - provided it doesn't leak too badly in the reverse direction. Alternatively - you can simulate a non-polarized 10uF capacitor by connecting two 22uF capacitors back to back
  • The timers were designed for a 12-volt supply. However - provided a suitable relay is used - both circuits will work at anything from 5 to 15-volts. Applying power starts the timer. And it can be reset at any time by a brief interruption of the power supply.
Sorcer: http://www.zen22142.zen.co.uk/

Skema Rangkaian 220V Lamp Flasher

Skema Rangkaian 220V Lamp Flasher. The 220V Lamp Flasher circuit basically is a line powered flasher which can be used in many applications such as the Chritmas lamp. Below is the circuit schematic diagram:



Skema Rangkaian 220V Lamp Flasher

Note:
  • Input supply - 6 ~ 12 VDC
  • Output - upto 200 W lamp / bulb load
  • Optically isolated Mains supply
  • Onboard preset to adjust the frequency (speed) of flashing (1 Hz to 5 Hz)
  • Power Battery Terminal (PBT) for easy input 230 VAC mains and load connection
  • Terminal pins for connecting DC power supply
  • Four mounting holes of 3.2 mm each
  • List Componet of 220V Lamp Flasher circuit
  • CN1: 6 V to 12 VDC voltage source
  • C1: 10uF/25V capacitor elektrolit
  • C2: 0.22uF/275V capacitor elektrolit
  • C3: 47uF/25V capacitor elektrolit
  • C4: 0.1uF/25V capacitor elektrolit
  • D1: LED
  • D2, D3: 1N4148 Dioda
  • PR1: 100K Variable resistor
  • PR2: 50K Variable resistor
  • Q1: TIC226 Triac
  • R1: 2k2 resistor 1/2 watt
  • R2, R5: 1K resistor 1/2 watt
  • R3: 180E resistor 1/2 watt
  • R4: 680E resistor 1/2 watt
  • U1: LM555 IC timer
  • U2: MOC3021
  • V1: 230V AC input
  • Z1: 100W Load
Dangerous...!!
This circuit directly connected to the netting of electricity, voltage 220V electricity it could sting you. Avoid working in damp and directly with ground

Thursday, 19 April 2012

Rangkaian Alarm Freezer

Here is a simple freezer alarm circuit, but ultra sensitive with a buzzer. The circuit raises an audio alert when the temperature inside the freezer box goes up above a preset level. The circuit requires 9V dc supply and can power from a standard 9V alkaline battery.
A negative temperature co-efficient type (NTC type) small thermistor (R1) here works as the freezer status sensor. Related components (T1 and T2) are used to drive a 6 to 9V rated mechanical buzzer. When the sensor detects a temperature shoot, the buzzer starts beeping and remains in that condition, till power to the circuit is removed. For this on/off plus reset function any small dc toggle switch can be inserted at the positive rail.

Skema Rangkaian Alarm Freezer

Rangkaian Toggle Switch

This circuit will energize and de-energize a relay at the push of a button. Any type of momentary action push-to-make switch can be used. Pushing the button once - will energize the relay. And pushing it a second time - will de-energize the relay

Skema Rangkaian Toggle Switch


I've drawn the circuit with a single pole relay. But you can use a multi-pole relay if it suits your application. Only one half of the Cmos 4013 is used. So you could construct two independent toggle switches with a single IC. The circuit will work at anything from 5 to 15-volts. All you need do is select a relay with a coil voltage that suits your supply.

The LED provides a visual indication that the relay is energized. In effect - it tells you whether the switch is on or off. It's not necessary to the operation of the circuit. If you wish you may leave out R3 and the LED.
Source: http://www.zen22142.zen

Wednesday, 18 April 2012

Rangkaian Lampu LED sederhana untuk Sepeda Motor

Skema Rangkaian Lampu LED
Lamp type LED has several advantages compared with the usual light when the applied on a motorcycle.
In addition to more efficient battery when compared with normal hologen lamps, LED also has several other advantages, such as light more evenly and provide a luxurious feel to the vehicle.


The following are examples of simple creations that you can apply to decorate your motorcycle using the LED.
Lampu LED Untuk MotorRangkaian Lampu LED Untuk Sepeda Motor

For this circuit is recommended only as a replacement motorcycle brake lights or city lights with the electrical source from the battery. Indeed in the market has many available variations of LED lights that can be used as brake lights or disco lights, but maybe some people would be proud if his own creative, hopefully circuit schemes that we present above can assist you in creating.

The following examples of applications that we apply to motorcycles mio


Lampu LED Untuk Motor
Lampu LED Untuk Motor

Skema Rangkaian Indikator Ketinggian Air

Skema Rangkaian Indikator Ketinggian Air

By means of a Relay, employed to drive a water pump, this circuit provides automatic level control of a water reservoir or well.

Skema Rangkaian Indikator Ketinggian Air


Note:
  • The two steel rods must be supported by a small insulated (wooden or plastic) board.
  • The circuit can be used also with non-metal tanks, provided a third steel rod having about the same height of the tank will be added and connected to the circuit's negative ground.
The shorter steel rod is the "water high" sensor, whereas the longer is the "water low" sensor. When the water level is below both sensors, IC1C output (pin #10) is low; if the water becomes in contact with the longer sensor the output remains low until the shorter sensor is reached. At this point IC1C output goes high, Q1 conducts, the Relay is energized and the pump starts operating.
Now, the water level begins to decrease and the shorter sensor will be no longer in contact with the water, but IC1C output will be hold high by the signal return to pin #5 of IC1B, so the pump will continue its operation. But when the water level falls below the longer sensor, IC1C output goes low and the pump will stop.
SW1 is optional and was added to provide reverse operation. Switching SW1 in order to connect R3 to pin #11 of IC1D, the pump will operate when the reservoir is nearly empty and will stop when the reservoir is full. In this case, the pump will be used to fill the reservoir and not to empty it as in the default operating mode.

List Component
  • R1,R2: 15K 1/4W Resistors
  • R3: 10K 1/4W Resistor
  • R4: 1K 1/4W Resistor
  • D1: LED
  • D2: 1N4148 Diode
  • IC1: 4001
  • Q1: BC337 NPN Transistor
  • SW1: witch
  • RL1: Relay with SPDT 2A @ 230V switch, Coil Voltage 12V

Tuesday, 17 April 2012

Saklar Genset Otomatis

Pembuatan Saklar Genset Otomatis ini di ilhami ketika PLN padam seringkali saya tidak tahu bahwa PLN telah hidup kembali atau telah menyala kembali sementara genset menyala terus sampai bensinnya habis, dipikir pikir sayang listrik pakai bensin kan lebih mahal ketimbang harga Listrik PLN belum lagi Genset akan lebih cepat rusak dan panas kalau nyalanya lebih lama. Oleh karena itu saya mencoba membuat rangkaian yang sangat sederhana ini yang cuma mengandalkan satu komponen saja yaitu Relay.
Setelah dipasang rangkaian ini sekarang tidak lagi memperhatikan apakah PLN sudah hidup kembali atau belum, karena secara otomatis Listrik dari genset berpindah lagi ke PLN ketika PLN hidup kembali dan Genset otomatis mati sendiri.


Rangkaian Saklar Genset Otomatis
Foto Rangkaian Genset Otomatis
Relay Omron MK2P 220Vac

Komponen:
  • Satu buah Relay Omron type MK2P 220vac
  • Soket Relay
Cara Kerja :
Ketika PLN mati maka Relay tidak mendapat tegangan dan Saklar Relay S3 bergerak dan listrik akan mendapat pasokan dari Genset kemudian kita nyalakan Genset dan saklar sudah siap pada posisi on (dalam hal ini posisi On genset biasanya dalam keadaan terbuka). Setelah Listrik PLN hidup kembali maka Relay akan mendapat tegangan dan pasokan listrik akan berpindah secra otomatis ke jaringan PLN di saklar S3  dan saklar S1 akan mematikan Genset. Pengalaman saya pemakaian alat ini sudah hampir 1 tahun blom ada kerusakan pada relay, daya listrik 2200 Watt.
Selamat Mencoba, semoga bermanfaat...

Symbol Komponen Listrik dan Elektronik

Symbol komponen Listrik dan elektronik ini diperlukan ketika kita ingin membuat sebuah rangkaian atau memperbaiki sebuah alat yang berhubungan dengan listrik atau elektronik sehingga bisa ditelusuri bagian yang rusak untuk diperbaiki atau diganti komponennya. Dibawah ini adalah sebagian contoh sambungan dan komponen yang berhubungan dengan listrik dan elektronik:



SIMBOL NAMA KOMPONEN KETERANGAN
Simbol Sambungan
Simbol Kabel Kabel/ Wire Listrik Kabel penghubung (konduktor)
Simbol Kabel Terhubung Koneksi kabel Terhubung
Simbol Kabel Tak terhubung Kabel tidak koneksi Terputus (tidak terhubung)
Simbol Saklar (Switch) dan Simbol Relay
Simbol Saklar Toggle Switch SPST Terputus dalam kondisi open
Simbol Saklar Toggle Switch SPDT Memilih dua terminal koneksi
Simbol Saklar Saklar Push-Button (NO) Terhubung ketika ditekan
Simbol Saklar Saklar Push-Button (NC) Terputus ketika ditekan
Simbol Saklar DIP Switch Multiswitch(Saklar banyak)
Simbol Saklar Relay SPST Koneksi (Open dan Close) digerakan oleh elektromagnetik.
Simbol Saklar Relay SPDT
Simbol Saklar Jumper Koneksi dengan pemasangan jumper
Simbol Saklar Solder Bridge Koneksi dengan cara disolder
Simbol Ground
Simbol Ground Earth Ground Referensi 0 sebuah sumber listrik
Simbol Ground Chassis Ground Ground yang dihubungkan pada body sebuah rangkaian listrik
Simbol Ground Common/ Digital Ground
Simbol Resistor
Simbol Resistor Resistor Resistor berfungsi untuk menahan arus yang mengalir dalam rangkaian listrik
Simbol Resistor Resistor
Simbol Potensio Potensio Meter Menahan arus dalam rangkaian listrik tetapi nilai resistansi dari 3 titik terminal dapat diatur
Simbol Potensio Potensio Meter
Simbol Variable Resistor Variable Resistor Menahan arus dalam rangkaian listrik tetapi nilai resistansi dari 2 titik terminal dapat diatur
Simbol Variable Resistor Variable Resistor
Simbol Condensator (Kapasitor)
Simbol Condensator Condensator Bipolar Berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara waktu
Simbol Condensator Condensator Nonpolar
Simbol Condensator Condensator Bipolar Electrolytic Condensator (ELCO)
Simbol Condensator Kapasitor berpolar Electrolytic Condensator (ELCO)
Simbol Condensator Kapasitor Variable Condensator yang nilai kapasitansinya dapat diatur
Simbol Kumparan (Induktor)
Simbol Lilitan Induktor, lilitan, kumparan, spul, coil Dapat menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus listrik
Simbol Lilitan Induktor dengan inti besi Kumparan dengan inti besi seperi pada trafo
Simbol Lilitan Variable Induktor Lilitan yang nilai induktansinya dapat diatur
Simbol Power Supply
Simbol Power Supply Sumber tegangan DC Menghasilkan tegangan searah tetap (konstan)
Simbol Power Supply Sumber Arus Menghasilkan sumber arus tetap
Simbol Power Supply Sumber tegangan AC Sumber teganga bolak-balik seperti dari PLN (Perusahaan Listrik Negara)
Simbol Power Supply Generator Penghasil tegangan listrik bolah-balik seperti pembangkit listrik di PLN (Perusahaan Listrik Negara)
Simbol Battery Battery Menghasilkan tegangan searah tetap
Simbol Battery Battery lebih dari satu Cell Menghasilkan tegagan searah tetap
Simbol Regulator Sumber tegangan yang dapat diatur Sumber tegangan yang berasal dari rangkaian listrik lain
Simbol Regulator Sumber arus yang dapat diatur Sumber arus yang berasal dari rangkaian listrik lain
Simbol Meter (Alat Ukur)
Simbol Volt Meter Volt Meter Mengukur tegangan listrik dengan satuan Volt
Simbol Ampere Meter Ampere Meter Mengukur arus listrik dengan satuan Ampere
Simbol Ohm Meter Ohm Meter Mengukur resistansi dengan satuan Ohm
Simbol Watt Meter Watt Metter Mengukur daya listrik dengan satuan Watt
Simbol Lampu
Simbol Lampu Lampu Akan menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik
Simbol Lampu Lampu
Simbol Lampu Lampu
Simbol Dioda
Simbol Dioda Dioda Berfungsi sebagai penyearah yang dapat mengalirkan arus listrik satu arah (forward bias)
Simbol Dioda Zener Dioda Zener Penyetabil Tegangan DC (Searah)
Simbol Dioda Schottky Dioda Schottky Dioda dengan drop tegangan rendah, biasanya terdapat dalam IC logika
Simbol Dioda Varactor Dioda Varactor Gabungan Dioda dan Kapasitor
Simbol Dioda Tunnel Dioda Tunnel Dioda Tunnel
Simbol LED LED (Light Emitting Diode) Akan menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik DC satu arah
Simbol Photo Dioda Photo Dioda Menhasilkan arus listrik ketika mendapat cahaya
Simbol Transistor
Simbol Transistor NPN Transitor Bipolar NPN Arus listrik akan mengalir (EC) ketika basis (B) diberi positif
Simbol Transistor PNP Transistor Bipolar PNP Arus listrik akan mengalir (CE) ketika basis (B) diberi negatif
Simbol Transistor Darlington Transitor Darlington Gabungan dari dua transistor Bipolar untuk meningkatkan penguatan
Simbol Transistor JFET N Transistor JFET-N Field Effect Transistor kanal N
Simbol Transistor JFET P Transistor JFET-P Field Effect Transistor kanal P
Simbol Transistor NMOS Transistor NMOS Transistor MOSFET kanal N
Simbol Transistor PMOS Transistor PMOS Transistor MOSFET kanal P
Simbol Komponen Lain
Simbol Motor Listrik Motor Motor Listrik
Simbol Trafo Trafo, Transformer, Transformator Penurun dan penaik tegangan AC (Bolak Balik)
Simbol Bel Listrik Bel Listrik Berbunyi ketika dialiri arus listrik
Simbol Buzzer Buzzer Penghasil suara buzz saat dialiri arus listrik
Fuse, Sikring Pengaman. Akan putus ketika melebihi kapasitas arus
Simbol Sikring Fuse, Sikring
Simbol Bus Bus Terdiri dari banyak jalur data atau jalur address
Simbol Bus Bus
Simbol Bus Bus
Simbol Opto Coupler Opto Coupler Sebagi isolasi antar dua rangkaian yang berbeda. Dihubungkan oleh cahaya
Simbol Speaker Speaker Mengubah signal listrik menjadi suara
Simbol Mic Mic, Microphone Mengubah signal suara menjadi arus listrik
Simbol Op-Amp Op-Amp, Operational Amplifier Penguat signal input
Simbol Schmitt Trigger Schmitt Trigger Dapat mengurangi noise
Simbol ADC ADC, Analog to Digital Mengubah signal analog menjadi data digital
Simbol DAC DAC, Digital to Analog Mengubah data digital menjadi signal analog
Simbol Oscillator Crystal, Ocsilator Penghasil pulsa
Simbol Antenna
Simbol Antenna Antenna Pemancar dan penerima signa radio
Simbol Antenna Antenna
Simbol Antenna Dipole Antenna Gabungan dari simple Antenna
Simbol Gerbang Logika (Digital)
Simbol Gerbang NOT NOT Gate Output akan merupakan kebalikan input
Simbol Gerbang AND AND Gate Output akan 0 jika salah satu input 0
Simbol Gerbang NAND NAND Gate Output akan 1 jika salah satu input 0
Simbol Gerbang OR OR Gate Output akan 1 jika salah satu input 1
Simbol Gerbang NOR NOR Gate Output akan0 jika salah satu input 1
Simbol Gerbang EX-OR EX-OR Gate Output akan 0 jika input sama
SImbol D-Flip-Flop D-Flip-Flop Dapat berfungsi sebagai penyimpad data
Simbol Multiplexer Multiplexer 2 to 1 Menyeleksi salah satu data input yang akan dikirim ke output
Simbol Multiplexer Multiplexer 4 to 1
Simbol D-Multiplexer D-Multiplexer 1 to 4 Menyeleksi data input untuk dikirim ke salah satu output


Referensi gambar : RapidTables.com