Showing posts with label Pengontrol Suhu Ruangan. Show all posts
Showing posts with label Pengontrol Suhu Ruangan. Show all posts

Friday, 19 July 2013

Skema rangkaian pengontrol suhu dengan LM35DZ


Sebelumnya kami telah memberikan postingan mengenai skema rangkaian penetas telur otomatis. Rangkaian ini cara kerjanya tidak jauh berbeda yakni untuk mengontrol suhu ruangan agar konstan pada suhu tertentu. Rangkaian ini outputnya menggunakan relay yang bisa diaplikasikan misalnya untuk mesin penetas telur otomatis, atau untuk menggerakan kipas angin di ruangan, atau untuk pengontrol suhu di mobil. Rangkaian ini memakai sensor suhu LM35DZ.  Ketika LM35DZ mendeteksi suhu lebih tinggi dari tingkat preset (ditetapkan oleh VR1), maka relai akan bekerja. Ketika suhu turun di bawah suhu preset, relay akan mati. Rangkaian dapat didukung oleh AC atau DC 12V pasokan daya atau baterai (100mA min.).

Skema rangkaian
Skema rangkaian pengontrol suhu LM35DZ
Layout PCB

Layout pcb pengontrol suhu LM35DZ

Daftar komponen:
IC1 : LM35DZ
IC2 : TL431
IC3 : LM358
LED1 – 3mm or 5mm LED
Q1 – General purpose PNP transistor ( A1015,…) with E-C-B pin-out)
D1, D2 — 1N4148
D3, D4 — 1N400x (x=2,,,,.7)
ZD1 — Zener diode, 13V, 400mW
Preset (trim pot) : 2.2K (Temperature set point)
R1 – 10K
R2 – 4.7M
R3 – 1.2K
R4 – 1K
R5 – 1K
R6 – 33Ω
C1 – 0.1 µF ceramic or mylar cap
C2 – 470 µF or 680 µF electrolytic cap. (16V min)
Relay – DC12V DPDT, Coil = 400 Ω or higher

Sumber: http://www.escol.com.my

Monday, 18 March 2013

Skema rangkaian mesin penetas telur otomatis

Skema rangkaian penetas telur otomatis ini cukup sederhana dan mudah untuk dibuat. Komponen utama dari rangkaian ini adalah thermistor. Thermistor adalah komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Dengan sensor ini tentunya kita bisa mengatur suhu ruangan sesuai dengan yang kita inginkan. Oleh karena itu skema rangkaian ini bisa dipakai untuk mesin penetas telur otomatis. Mesin penetas telur otomatis itu pada prinsipnya ketika suhu meningkat lebih dari seharusnya atau setelannya maka pemanas atau lampu akan padam atau kipas penyedot akan menyala. Dan ketika suhu ruangan melewati batas suhu terendah maka pemanas atau lampu akan menyala. Skema rangkaian yang saya berikan ini sangat tepat dengan prinsip atau cara kerja dari sebuah mesin penetas telur otomatis.

Skema rangkaian penetas telur otomatis
Transistor menggunakan jenis PNP misal  ZT2284 atau BC557 atau BD140

Ilustrasi penempatan alat:


Cara kerja rangkaian:

Suhu ruangan untuk mesin penetas telur biasanya 37.8° C atau 100° F. Ketika suhu ruangan diatas 38°C relay akan bekerja untuk menghidupkan kipas penyedot dan mematikan lampu. Ketika suhu ruangan turun dibawah 37° C maka relay mati dan lampupun menyala. Lamanya relay bekerja diatur oleh VR2 (Hysteresis= perbandingan suhu tertinggi dengan terendah). Perbedaan suhu hanya berkisar 0.5°-1°. . VR1 mengatur tinggi rendahnya suhu yang ingin dicapai. VR3 untuk menghaluskan pengaturan suhu yang ingin dicapai.

Catatan:
Relay yang digunakan menggunakan relay yang 2 Pin, Pin pertama untuk kipas, dan pin satunya lagi bisa digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu. Ketika relay mendapat tegangan atau lagi bekerja maka lampu mati demikian pula sebaliknya ketika relay tidak mendapat tegangan maka lampu menyala. Jadi tidak usah membuat rangkaian yang kedua.

Sumber:  http://www.craig.copperleife.com