Showing posts with label Alarm. Show all posts
Showing posts with label Alarm. Show all posts

Wednesday, 20 March 2013

Skema Rangkaian Alarm Monitor Sikring

Rangkaian Alarm monitor sikring ini sangatlah sederhana namun lumayan untuk mendeteksi apakah sikring telah putus atau belum. Dengan adanya lampu LED menyala berarti sikring telah putus. Kita bisa langsung menyimpulkan bahwa rangkaian tidak bekerja karena sikring telah putus. Tidak usah mengukur tegangan ada atau tidak.

Rangkaian ini cuma membutuhkan dua komponen saja yaitu Resistor bengan nilai 1k ohm dan sebuah lampu LED dipasang paralel dengan sikring. Apabila tegangan beban berlebih atau mengalami korsleting maka sikring akan putus dan lampu led otomatis menyala karena Lampu led telah mendapat tegangan.

Thursday, 7 June 2012

Rangkaian Alarm Kecepatan Mobil

Ketika kita mengemudi terkadang kita tidak mengetahui kecepatan mobil kita, apalagi ketika kita berada di jalan tol yang jalannya begitu enak dan lurus, apabila terlalu cepat atau laju mobil melebihi kecepatan bisa mengakibatkan kecelakaan yang siapapun tidak ingin terjadi. Maka diperlukanlah Rangkaian Alarm Kecepatan Mobil ini untuk mengingatkan sang sopir yang tidak memperhatikan kecepatan karena jalan yang enak dan lurus. Rangkaian inipun bisa diatur kecepatannya, misalnya kita atur ketika melebihi angka 100km/ maka alarm harus berbunyi.
Skema Rangkaian Alarm Kecepatan Mobil


Cara kerja rangkaian:
Sebuah buzzer piezo akan berbunyi. Pulsa Kecepatan dimasukkan ke dasar Q1 dan bentuk gelombang yang dihasilkan pada kolektor diberi makan melalui jaringan RC ke input dari sebuah konverter LM2917 frekuensi ke tegangan, IC1. Tegangan yang dihasilkan diumpankan ke tiga pembanding (IC2d-IC2b) yang memiliki tegangan referensi pada input pembalik mereka ditetapkan oleh 10-gilirannya trimpots VR1, VR2 & VR3. Output dari komparator setiap diterapkan melalui jaringan lain RC ke pintu gerbang dari sebuah SCR. Anoda dari tiga SCRs yang commoned terhubung ke input pembalik komparator yang tersisa, IC2a.
Non-inverting input diatur ke 2,3 V dengan trimpot VR4. Dalam penggunaannya, setelah Anda melebihi pengaturan kecepatan untuk komparator khususnya, terkait SCR sebentar melakukan menarik pin 2 dari IC2a rendah dan bunyi pendek yang dipancarkan oleh bel piezo. Kemudian, jika anda melebihi pengaturan kecepatan berikutnya, bip lain akan didengar. Idenya adalah membuat setiap setelan kecepatan beberapa km / jam lebih tinggi dari yang sebenarnya sehingga jika Anda mengemudi pada kecepatan yang benar di zona tertentu, buzzer tidak akan terdengar. Tetapi karena Anda meningkatkan kecepatan, buzzer akan berbunyi beep sekali karena Anda melebihi pengaturan kecepatan untuk setiap zona. Dengan cara ini, tidak ada kebutuhan untuk terus beralih pengaturan kecepatan seperti yang Anda melewati zona yang berbeda dan Anda dapat memilih untuk mengabaikan beep yang tidak "ilegal".


Source: extremecircuits.net

Alarm Lemari Es

Rangkaian Alarm Lemari Es ini agar kita mengetahui apakah lemari es dalam keadaan tertutup atau tidak. Terkadang Lemari Es suka dimainkan atau dibuka tutup oleh anak-anak , dan ini mengakibatkan suhu ruangan di lemari es menurun dan akan menambah beban listrik, sehingga pemakaian listrik menjadi boros. Untuk itu maka diperlukan Rangkaian Alarm ini.
Gambar Skema Rangkaian Alarm Lemari Es

Penempatan dan Cara Kerja Rangkaian:
Sirkuit ini simpan ke dalam kotak kecil, ditempatkan di dalam lemari es di dekat lampu (jika ada) atau pembukaan. Dengan pintu tertutup bagian dalam lemari es dalam keadaan gelap, foto resistor R2 menyajikan resistansi tinggi (> 200K) sehingga menjepit IC1 dengan memegang pin 12 tinggi. Ketika seberkas cahaya masuk ketika pembukaan, atau lampu kulkas menyala, resistor foto menurunkan ketahanan (<2K), pin 12 jadi rendah, IC1 mulai menghitung, setelah penundaan yang telah ditetapkan (20 detik) piezo sounder beep berbunyi selama 20 detik. kemudian berhenti selama selang waktu yang sama dan siklus berulang sampai pintu lemari es ditutup. D2 terhubung ke pin 6 dari IC1 memungkinkan bip sounder piezo berbunyi 3 kali per detik.

Daftar Komponen:
R1____________10K 1/4W Resistor
R2___________Photo resistor (any type)
R3,R4________100K 1/4W Resistors
C1____________10nF 63V Polyester Capacitor
C2___________100µF 25V Electrolytic Capacitor
D1,D2_______1N4148 75V 150mA Diodes
IC1___________4060 14 stage ripple counter and oscillator IC
Q1___________BC337 45V 800mA NPN Transistor
BZ1__________Piezo sounder (incorporating 3KHz oscillator)
SW1__________Miniature SPST slide Switch
B1___________3V Battery (2 AA 1.5V Cells in series)

Source: www.redcircuits.com

Wednesday, 23 May 2012

Rangkaian Alarm Sepeda Motor Sederhana

Alarm Motor Sederhana- Setelah saya amati keinginan para pembaca saya mencoba menyimpulkan bahwa kebanyakan pembaca mayoritas menyukai rangkaian yang sederhana semisal Alarm sepeda motor ini yang saya kutip dari dytoshareforum.forumotion.net. Rangkaian Alarm ini sangat sederhana sekali, siapapun pasti bisa memasangnya. Silahkan disimak....
       Alarm berguna untuk menghindari terjadinya pencurian sepeda motor. Berikut ini akan saya tuliskan bagaimana membuat alarm sendiri. Sirine dari alarm keamanan adalah menggunakan klakson yang sudah ada pada motor anda.
Cara kerja dari alarm yang saya buat ini adalah mematikan arus CDI sehingga mesin tidak dapat dihidupkan. Apabila kunci kontak dipaksa berada pada posisi ‘ON’ maka klakson akan berbunyi secara terus menerus walaupun kunci kontak dikembalikan pada posisi ‘OFF’ klakson akan tetap berbunyi. Hal ini pasti akan membuat sang pencuri menjadi panik dan memilih untuk kabur, hahaha...

Alat yang perlu disiapkan:
1. Solder dan timah
2. Gunting
3. Isolasi kabel

Bahan yang perlu disiapkan:
1. Saklar (switch) 3 kaki..........Rp 2.500
2. Relay 4 kaki......................Rp 15.000
3. Soket relay.......................Rp 5.000
4. Kabel 3 meter....................Rp 4.500

Diagram kelistrikan alarm:


Memasang saklar alarm:
Saklar alarm diletakkan pada daerah yang sulit dijangkau yaitu dibawah jok, seperti pada gambar dibawah. Potong kabel negatif CDI yang berwarna hitam bergaris putih, lalu sambungkan ke saklar alarm yang berkaki 3. Perhatikan posisinya!! Kabel dari cdi menuju ke saklar dipasang pada kaki nomer 1 (pinggir) sedangkan kabel dari potongan cdi menuju bodi itu dipasang pada kaki nomer 2 (tengah). Kemudian siapkan kabel panjang pada kaki nomer 3 (pinggir) menuju klakson, biarkan dahulu kita lanjut langkah memasang relay dulu yee..


Memasang relay:
Pasang relay pada soketnya, satukan kaki nomer 86 dengan kabel panjang dari saklar alarm yg tadi telah disiapkan, kemudian sambung ke negatif klakson (kabel klakson berwarna hijau). Sambung kaki nomer 30 dan 85 menjadi satu, lalu disambung ke positif klakson (kabel klakson berwarna oranye). Kaki nomer 87 dipasang ke aki, yaitu kabel merah pada soket berwarna hijau.


Pengetesan:
Selesai merakit rangkaian diatas, ada baiknya kita melakukan pengetesan sistem alarm yang kita buat itu.

Pertama, posisikan saklar alarm berada pada posisi OFF, kemudian nyalakan kunci kontak pada posisi ON (seharusnya tidak terjadi apa2). Kemudian hidupkan mesin (seharusnya mesin dapat hidup dengan sempurna), lakukan pengetesan pada klakson, teeet teeet teeet (seharusnya klakson dapat berfungsi normal). Jika semua terasa baik kemudian matikan kunci kontak pada posisi OFF.

Kedua, posisikan saklar alarm berada pada posisi ON, kemudian nyalakan kunci kontak pada posisi ON (seharusnya klakson akan berbunyi). Kemudian coba hidupkan mesin (seharusnya mesin tidak dapat dihidupkan). Langkah terakhir adalah mematikan kunci kontak ke posisi OFF (seharusnya klakson akan tetap berbunyi, berbunyi, dan teruuus berbunyi...)

Langkah terakhir adalah mematikan bunyi klakson alarm yang sanggup membuat telinga bergetar, bergetar dan bergetar... Cabut kunci kontak, buka jok, kemudian matikan alarm dengan memindahkan saklar alarm ke posisi OFF.

Demikian ulasan tentang uraian singkat sistem alarm pada sepeda motor. Semoga bermanfaat gan, Thanks...

http://dytoshareforum.forumotion.net

Tuesday, 24 April 2012

Alarm Sepeda Motor Sensor Magnet

Rangkaian Alarm Sepeda Motor | Pengaman Sepeda Motor ini sangat bermanfaat sekali untuk mengamankan sepeda motor kesayangan anda, orang lain tidak akan bisa mengoperasikannya meskipun kita berikan kunci motornya yang ada hanya alarm yang berbunyi namun motornya tidak bisa dioperasikan baik dengan starter maupun dengan kick starter, sehingga pencuri pun akan kaget dan segera meninggalkan motor anda. Hanya anda sendiri yang bisa mengoperasikannya karena sensor penggeraknya ada pada anda.


Skema Rangkaian Alarm Sepeda Motor

Penyambungan Kabel
A  : Ke Accu
B  : Ke kontak setelah dipotong
C  : Ke Pulser
D  : Ke sistem pengapian CDI, elektrik starter, lampu rem, lampu sign dsb.
E  : Ke massa

CARA KERJA RANGKAIAN :
Rangkaian dibuat sedemikian rupa sehingga saat standby maupun saat dioperasikan betul-betul tidak berpengaruh terhadap kinerja sepeda motor tersebut. Rangkaian akan bekerja saat kontak di ON kan.
Saat kunci kontak di ON kan arus dari accu melalui kunci kontak dan S2 akan langsung ke alarm (AL) yang dikendalikan oleh SCR 2P4M.
Sementara itu secara bersamaan arus juga akan ke titik B dan ke gate SCR melalui resistor 47 K ohm yang akan memicu SCR dan langsung akan menyebabkan SCR tersebut bekerja. Dengan demikian SCR akan ON dan alarm (AL) akan mendapat tenaga dan berbunyi.
Meskipun kontak di OFF kan sirine akan tetap dioperasikan karena SCR mengunci (laching). Bersamaan dengan itu rangkaian relay yang dikendalikan oleh transistor 1 dan 2 belum bekerja, sehingga titik C yang dihubungkan ke pulser sepeda motor tetap akan di hubung singkatkan ke ground melalui S2. (untuk sepeda motor dengan pengapian DC, titik C boleh ditiadakan).
Hal ini memungkinkan sepeda motor tidak akan dapat di start baik dengan elektrik maupun kick starter.
Uraian di atas sangat jelas merupakan langkah pengamanan sepeda motor, alarm (AL) berbunyi sementara motor tidak dapat dioperasikan.
Untuk mengoperasikannya kontak harus di ON kan lagi bersamaan dengan mendekatkan magnet pada reed switch.
Reed switch akan dihubungkan dan melalui resistor 47 K ohm, reed switch dan resistor 1 K ohm akan ke basis transistor 1 dan sekaligus meng ON kan transistor 1, demikian juga transistor 2.
Dengan ON nya transistor 1 dan 2 menyebabkan relay mendapat tenaga, dan kontak-kontak pada relay akan berpindah posisi.
Tegangan yang pada mulanya ke alarm (AL) akan diputuskan sehingga alarm berhenti, bersamaan dengan itu pulser juga diputuskan dari ground.
Hal lain yang terjadi titik D akan dihubungkan dengan tegangan dari accu yang berfungsi mengunci kerja transistor 1 dan 2 dan sekaligus memberikan tegangan pada sistem kelistrikan pada sepeda motor tersebut, misalnya elektrik stater, pengapian CDI dll.

CARA PENGOPERASIAN
Untuk menyalakan sepeda motor tempatkan magnet kecil pada tempat sensor (reed switch) bersamaan dengan meng ON kan kunci kontak.
Sesaat setelah di ON kan akan terdengar alarm berbunyi tetapi hanya sesaat saja, dan sepeda motorpun siap untuk dioperasikan.

PERAKITAN DAN PENEMPATAN RANGKAIAN
Rangkaian harus dirangkai dan dikemas sedemikian rupa sehingga tahan terhadap guyuran air terutama pada saat sepeda motor tersebut dicuci.
Untuk menempatkan rangkaian harus ditempatkan pada tempat yang tidak mudah untuk dibongkar dan sifatnya rahasia terutama tempat sesor (reed switch) sehingga hanya kita yang dapat mengetahui dan mengoperasikan sepeda motor tersebut.

Untuk sepeda motor jenis Mio pengalaman saya Sensor Reed Switch disimpan dibawah injakan kaki. Penutup bawah injakan bisa anda buka untuk menanam sensor didalamnya, sehingga aman dari guyuran air saat motor dicuci. Untuk magnet sebagai penggerak Relay Reed Switch simpan dibawah sendal atau sepatu, sehingga orang lain tdk tahu penggeraknya ada dimana. Pengalaman saya lucu juga ketika orang lain saya suruh starter namun gak bisa bisa padahal ya itu tadi orang lain tidak punya magnet dibawah sendalnya..haha..

Selamat Mencoba, Semoga berhasil!!

Thursday, 5 April 2012

Alarm Sentuh (Touch Alarm)

This is a touch activated alarm system. Your alarm system will be activated when someone touching the "trigger". You may use this circuit at your home door, your vehicle etc.

Skema Rangkaian Alarm Sentuh
Parts list:
R1 = 100K
R2 = 56K
R3 = 10M
R4 = 220K
P1 = 100K
D1 = 1N4004
T1 = 2N3904, or equivalent
U1 = 555 Timer*
C1 = 47μF/16V**
C2 = 33μF/16V**
Re1 = Relay***

Notes:

*The 555 can be a LM, NE, or MC(cmos) type, they're all pin-compatible.

**C1/C2's working voltage ought to be elevated to 25V in the event you decide to go with a 12V power source. Rule of thumb: the operating voltage of capacitors are at least double the supplied voltage, in other words, if the power source is 9 Volt, your capacitor(s) is a minimum of 18V. Transistor T1 could be any approximate substitute.

*** Use any appropriate relay for the project and if you're not tight on area, use any size. I've build this specific circuit to prevent students from fiddling using the security cameras in pc labs at the University I'm employed. I made sure the metal casing was not grounded. But as being the schematic shows you are able to essentially hook it as much as any type of metal surface. I utilized a 12-vdc power supply. Use any suitable relay to deal with your specifications. A 'RESET' switch (Normally Closed) can be added between the constructive and also the 'arrow-with-the-+'. The trigger (touch) wire is connected to pin 2 of the 555 and will trigger the relay, using the body resistance, when touched. It is apparent that the 'touching' component has to be clean and can make good contact using the trigger wire. This particular circuit might not be suitable for all applications. Just in case you wonder why pin 5 is not listed within the schematic diagram; it is not really required. In particular noisy circumstances a little ceramic capacitor is placed between pin 5 and ground. It will no harm to put one or leave it out.

Additional note: For those of you who didn't discover, there's an approximate 5-second delay build-in before activation of the relay to avoid false triggering, or perhaps a 'would-be' thief, and so on.

Circuit design by Tony van Roon.

Wednesday, 28 March 2012

Alarm Circuit For Motorcycle using CD4001


 Simple Alarm for motorcycle with a CD4001

This is a simple alarm circuit for a check with a 4001. You can use it to protect our home, motorcycle, car or any other application that comes to mind. In this circuit you will make a computer simulation with Livewire and then design the printed circuit Kicad.

Alarm Suhu Tinggi BC550

High Temperature Alarm Circuit

Broken Charger Connection Alarm

Broken Charger Connection Alarm Circuit Diagram
The above circuit can be useful to detect if the load of any battery charger or plug-in adapter supply is not properly connected. The load can be a set of batteries to be charged or any other type of battery

Sensor IC LM35 based Overheat Detector Alarm Switch

This is Overheat Detector Alarm Switch using Temperature Sensor IC LM35 Electronic Suite Diagram, at the heart of this overhead detector (fire alarm) circuit is a precision integrated temperature sensor type LM35 (IC1), which provides an accurately linear and directly proportional output in mV, over the zero to +155 degrees C temperature range. This can be used as part of fire smoke detectors but do not use it as a home fire alarm system.
The LM35 develops an output voltage of 10 mV/K change in measured temperature.
Designed to draw a minimal current of its own,

Rangkaian Alarm Garasi

This is a simple single-zone burglar alarm circuit. Its features include automatic Exit and Entry delays. It’s designed to be used with the usual types of normally-closed input devices such as – magnetic-reed contacts – micro switches – foil tape – and PIRs.

Rangkaian Sirine Sederhana 2 Transistor

This is a simple Siren circuit used 2 transistor . The siren circuit produced imitates the rise and fall of an American police siren. When first switched on the 10u capacitors is discharged and both transistors are off. When the push button switch is pressed to 10u capacitor will charge via 22k resistor. This voltage is applied to the base of the BC108B which will turn on slowly. When the switch is released the capacitor will discharge via the 100k and 47k base resistors and the transistor will slowly turn off. The change in voltage alters the frequency of the siren.

Sirine Sederhana
Skema rangkaian sirine sederhana

Monday, 26 March 2012

Dark Detector (Deteksi Kegelapan)

The dark detector circuit shown here can be used to produce an audible alarm when the light inside a room goes OFF. The circuit is build around timer IC NE555.A general purpose LDR is used for sensing the light. When proper light is falling on the LDR its resistance is very low. When there is no light the LDR resistance increases. At this time the IC is triggered and drives the buzzer to produce an alarm sound. If a transistor and relay is connected at the output (pin3) of IC1 instead of the buzzer, electrical appliances can be switched according to the light.

5 Zone Alarm System

Each zone uses a normally closed contact. These can be micro switches or standard alarm contacts (usually reed switches). Zone 1 is a timed zone which must be used as the entry and exit point of the building. Zones 2 - 5 are immediate zones, which will trigger the alarm with no delay. Some RF immunity is provided for long wiring runs by the input capacitors, C1-C5. C7 and R14 also form a transient suppresser. The key switch acts as the Set/Unset and Reset switch. For good security this should be the metal type with a key. At switch on, C6 will charge via R11, this acts as the exit delay and is set to around 30 seconds. This can be altered by varying either C6 or R11. Once the timing period has elapsed, LED6 will light, meaning the system is armed. LED6 may be mounted externally (at the bell box for example) and provides visual indication that the system has set. Once set any contact that

Water Activated Alarm (Alarm Deteksi Air)

The circuit uses a 555 timer wired as an astable oscillator and powered by the emitter current of the BC109C. Under dry conditions, the transistor will have no bias current and be fully off. However as the probes get wet the transistor will conduct and sounding the alarm.

Water Level Alarm (Alarm Ketinggian Air)

This circuit will produce an audible alarm when the water level reaches a preset level.The circuit can be powered of a 3V battery and is very handy to use.

Alarm Kegagalan Power Suplay (Power Supply Failure Alarm)

Power supply failure indicator circuits
Most of the power supply failure indicator circuits need a separate power supply for themselves. But the alarm circuit presented here needs no additional supply source. It employs an electrolytic capacitor to store adequate charge, to feed power to the alarm circuit which sounds an alarm for a reasonable duration when the supply fails.

Sunday, 25 March 2012

Theft-Preventer-Alarm (Alarm anti maling)

 This circuit utilising a 555 timer IC can be used as an alarm system to prevent the theft of your luggage, burglars breaking into your house etc. The alarms goes ON when a thin wire, usually as thin as a hair is broken.
The circuit is straightforward. It uses a 555 IC wired as an astable multivibrator to produce a tone of frequency of about 1kHz which gives out a shrill noise to scare away the burglar.
The wire used to set off the alarm can be made of a thin copper wire like SWG 36 or higher.
You can even use single strands of copper form a power cable.

FM radio-controlled anti-theft alarm



This FM radio-controlled anti- theft alarm can be used with any vehicle having 6- to 12-volt DC supply system. The mini VHF, FM transmitter is fitted in the vehicle at night when it is parked in the car porch or car par

Friday, 23 March 2012

Light Control Alarm (Rangkaian Pengontrol Lampu)


Jika LDR tidak mendapat cahaya maka tegangan R4 cukup kecil sehingga TR3 OFF. Tegangan R6 yang terhubung pada gate SCR akan besar sehingga SCR aktif. Alarm berbunyi terus walupun tegangan R6 sudah 0 volt. Untuk mematikan alarm digunakan switch reset.